Pendahuluan

Untuk memperoleh pendapatan, bank memiliki beberapa alternative  yaitu melalui penciptaan non Interest Bearing Product yang kemudian dikenal sebagai produk yang belum tercantum dalam neraca bank (off balance sheet), transaksi ini sebenarnya merupakan transaksi bank dengan nasabahnya yang belum dicantumkan dalam laporan neraca keuangan, karena belum diterima atau dikeluarkan dana pada waktu diawali transaksi. Bahwa transaksi off balance sheet adalah transaksi yang mengandung resiko, untuk itu transaksi off balance sheet harus dicatat walaupun belum mempengaruhi neraca bank, agar dapat diperoleh informasi yang akurat sehingga bank dapat mengelola serta mengatur strategi lebih lanjut.

Transaksi off balance sheet dalam akuntansi dikenal sebagai transaksi yang bersifat administratif yang ditampung dalam rekening administratif bank. Rekening  ini digolongkan menjadi dua yaitu komitmen dan kontigensi bank

Pembahasan

A. Komitmen Bank

Komitmen bank adalah suatu ikatan atau kontrak atau berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak oleh bank baik dalam rupiah maupun valuta asing, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Komitmen ini dapat bersifat tagihan atau pun kewajiban bagi bank, komitmen tagihan adalah komitmen yang diterima oleh bank dari pihak lain dan komitmen kewajiban adalah komitmen yang diberikan oleh bank  kepada nasabah dan atau pihak lain.  Komitmen disajikan dalam laporan komitmen dan kontijensi tanpa pos lawan.

Tagihan komitmen antara lain :

a.            fasilitas pinjaman yang diterima dari pihak lain yang belum ditarik

b.            posisi pembelian valuta asing dll.

Kewajiban komitmen antara lain :

a.            fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik

b.            fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik

c.             irrevocable L/C yang masih berjalan

d.            posisi pembelian valuta asing dll.

1. Komitmen Tagihan

Komitmen tagihan adalah komitmen yang menjadi hak bank untuk menguasai/mendapatkan apa yang tertuang dalam kontrak/perjanjian. Komitmen ini pada akhirnya akan mempengaruhi posisi pasiva bila telah menjadi rekening on balance sheet.

2. Kewajiban Komitmen

a. Fasilitas pinjaman yang diterima,

Meliputi fasilitas pinjaman yang akan diterima oleh bank dari bank lain dan atau pihak lain dan belum dipergunakan pada tanggal penyusunan laporan keuangan.

Nilai komitmen yang disajikan adalah sejumlah nilai nominal penarikan atau pelunasan atas fasilitas tersebut, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian pemberian fasilitas kredit tersebut.

b. Fasilitas Kredit Yang Diberikan

Adalah fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank untuk diberika kepada nasabah dan masih berlaku untuk digunakan nasabah. Fasilitas kredit yang diberikan disajikan sebesar komitmen yang belum ditarik.

c. Kewajiban Pembelian Kembali Aktiva Bank Yang Dijual Dengan Syarat Repo.

Adalah kewajiban bank untuk membeli kembali aktiva bank pada waktu tertentu yang sesuai dengan perjanjian seperti transaksi dalam valuta asing (swap).

d. Letter of Credit Yang Tidak Dapat Dibatalkan

Adalah L/C berdokumen yang dibuka dengan syarat tidak dapat dibatalkan.

e. Akseptasi Wesel Impor Atas Dasar L/C Berjangka

Adalah komitmen bank untuk melakukan pembayaran kepada pihak terkait, yang diberikan dalam bentuk penandatanganan terhadap wesel-wesel import yang ditarik atas dasar L/C berjangka yang diterbitkan bank.

f. Transakasi Valuta Asing Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan

Adalah komitmen bank yang bersifat tagihan atau kewajiban yang timbul karena transaksi valas tunai

g. Transakasi Berjangka Valuta Asing (Forward/Future)

Yang Masih Berjalan Tagihan atau kewajiban yang timbul dari transaksi berjangka valas dicatat dan disajikan sebesar tagihan atau kewajiban bank. Saldo tagihan atau kewajiban berjangka dalam valas dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs tengah tanggal laporan.

B. Kontigensi

Kontinjensi atau lebih dikenal dengan peristiwa atau transaksi yang mengandung syarat merupakan transaksi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan bank sehari-hari. Kontinjensi yang dimiliki oleh suatu bank dapat berakibat tagihan atau kewajiban bagi bank yang bersangkutan.

PSAK No. 31 mengatur akuntansi untuk transaksi kontinjensi dalam suatu perusahaan. Istilah kewajiban bersyarat digunakan untuk menyatakan kewajiban yang kemungkinan timbulnya tergantung pada terjadi atau tidaknya suatu peristiwa dimasa yang akan datang, dan dengan demikian pada tanggal neraca belum terdapat kepastian mengenai ada tidaknya kewajiban tersebut.

Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. Pengungkapan akan peristiwa kontinjensi diharuskan dalam laporan keuangan.

Jenis-Jenis Transaksi Kontigensi

Dalam transaksi bank dapat ditemukan beberapa jenis transaksi kontinjensi seperti : garansi bank, letter of credit yang dapat dibatalkan (revocable) yang masih berjalan, transaksi opsi valuta asing, pendapatan bunga dalam penyelesaian.

Semua jenis transaksi diatas apabila ditemukan dalam transaksi sehari-hari wajib untuk dilaporkan dalam laporan keuangan melalui rekening administratif, yang dapat berupa tagihan maupun kewajiban.

Kesimpulan

PSAK No. 31 mengatur akuntansi untuk transaksi kontinjensi dalam suatu perusahaan. Istilah kewajiban bersyarat digunakan untuk menyatakan kewajiban yang kemungkinan timbulnya tergantung pada terjadi atau tidaknya suatu peristiwa dimasa yang akan datang

Kontinjensi atau lebih dikenal dengan peristiwa atau transaksi yang mengandung syarat merupakan transaksi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan bank sehari-hari.

Refferensi

pksm.mercubuana.ac.id/new/…/files…/93005-13-527846276972.doc

http://yulivieky.blogspot.com/2012/04/25-laporan-komitmen-dan-kontingensi.html