Pendahuluan

Sebagai lembaga pemberi jasa-jasa keuangan dalam lalu lintas pembayaran, maka bank memberikan berbagai fasilitas kepada nasabah, Loanable funds dari bank terbesar diberikan dalam bentuk fasilitas kredit. Akan tetapi, sebagian dana   dalam bentuk penanaman lain, yaitu surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain dan penyertaan modal bank pada lembaga keuangan yang bukan bentuk bank atau perusahaan lain.

Aktiva produktip adalah penaman bank dalam bentuk kredit, surat berharga, penyertaan dan penanaman laiinya yang dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan.

Pembahasan

Aktiva yang produktif atau productive assets sering juga disebut dengan earning assets atau aktiva yang menghasilkan, karena penempatan dana bank tersebut diatas adalah untuk mencapai tingkat penghasilan yang diharapkan.

Pengelolaan aktiva produktip adalah bagian dari assets management yang juga mengatur tentang cash reserve (liquidity assets) dan fixed assets (aktiva tetap dan inventaris). Ada empat macam aktiva produktif atau aktiva yang menghasilkan (earning assets), yaitu :

a. Kredit yang diberikan

b. Surat-surat berharga

c. Penempatan dana pada bank lain

d. Penyertaan

Keempat jenis aktiva diatas kesemuanya menggunakan loanable funds atau excess reserve sehingga dengan memperhatikan bahwa sumber dana terbesar untuk penempatan aktiva itu adalah berasal dari dana pihak ketiga dan pinjaman, maka resiko yang mungkin timbul atas penempatan/alokasi dan tersebut harus diikuti dan diamati terus melalui analisis-analisis resiko.

Semua dalam usaha menanamkan dana tersebut mengundang resiko dimana tidak terbayar kembali atas kredit yang telah diberikan. Sementara itu penanaman dalam bentuk kredit merupakan bagian terbesar dari aktiva operasional dan aktiva secara keseluruhan. Karena itu pengamatan dan analisis tentang bagaimana kualitas dari aktiva produktif harus dilakukan terus menerus.

Penilaian Kualitas Aktiva Produktif (KAP)

Berdasarlkan SK Direksi Bank Indonesia NO. 23/81/KEP/DIR tanggal 28 Februari 1991, jo SE Direksi Bank Indonesia NO. 26/ 22/KEP/DIR tanggal 29 Mei 1993, jo SK Direksi Bank Indonesia No. 30/ 267/KEP/DIR tanggal 27 Pebruari 1998, tentang Kualitas Aktiva Produktif dan Pembentukan Cadangan, dijelaskan bahwa formula untuk memberikan penilaian atas Kualitas Aktiva Produktif yang hal kredit dan memiliki tingkat produktifitas dalam menghasilkan suatu pendapatan bagi bank yaitu bunga.

Terdapat 5 (lima) komponen dalam perhitungan meliputi :

Kolektibilitas Kredit :

1. Lancar                                                                                           X       0% = Rp.

2. Perhatian Khusus                                                                          X     25% = Rp.

3. Kurang Lancar                                                                               X     50% = Rp.

4. Diragukan                                                                                     X     75% = Rp.

5. Kredit Macet                                                                                  X     100% =

Jumlah Aktiva Diklasifikasikan                                                                 Rp.__________

Kemudian dicari rasionya dengan membandingkan hasil aktiva yang diklasifikasikan dengan seluruh outstanding dikali 100%.

Jumlah Aktiva Diklasifikasikan x 100 % / Total Outstanding

Untuk memasukan nilai KAP, masukan rasio di atas ke dalam formula sebagai

berikut :

(KAP = 15.5 – rasio x 1) x0, 15

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan. Mungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. Sesuai dengan namanya aktifa produktif (earning assets) adalah aktiva yang menghasilkan suatu kontribusi pendapatan bagi bank.

Kesimpulan

Dalam usaha menanamkan dana tersebut mengundang resiko dimana tidak terbayar kembali atas kredit yang telah diberikan. Sementara itu penanaman dalam bentuk kredit merupakan bagian terbesar dari aktiva operasional dan aktiva secara keseluruhan.

Aktiva memiliki potensi manfaat ekonomi masa sepan, yaitu potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan.

Refferensi

http://ivaninternisti.wordpress.com/2011/03/24/laporan-kualitas-aktiva-produktif/

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1267/1/manajemen-syahyunan.pdf