Konsep centre of gravity
• Cara bangsa lain mempersepsikan bangsa Indonesia banyak ditentukan oeh bagaimana penduduk dan kehidupan Jakarta menciptakan persepsi yang baik kepada bangsa lain.
• Jakarta merupakan pintu gerbang Negara yang terbuka, baik bagi bangsa asing maupun bangsa sendiri untuk melakukan kegiatan apa saja, sejauh tidak melanggar perundangan yang berlaku.
• Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan pusat ekonomi nasional bisa disebut sebagai Centre of Grafity-nya Negara.
• Bahwa gangguan keamanan yang terjadi di Kota Jakarta akan berimplikasi secara luas terhadap keamanan nasional.
• Keamanam Jakarta sebagai barometer keamanan nasional.
• Dinamika demokrasi local di Jakarta dapat berpengaruh pada keamanan nasional.

Keunggulan Jakarta sebagai centre of grafity Negara
• Pangkalan utama pertahanan dan keamanan
• Pusat informasi dan komunikasi
• Pusat industry dan hiburan
• Jumlah penduduk 9,6 juta jiwa
• Pusat diplomasi internasional
• Pusat pemerintah dan informasi
Walupun dengan berbagai keunggulan, Jakarta juga mempunyai problem yaitu dengan tingkat ancaman pertahanan dan keamanan yang cukup tinggi, diantaranya:
• Ancaman terorisme yang dapat terjadi kapan saja.
Untuk kesekian kalinya, ibukota menjadi target terorisme. Salah satunya terror bom yang terjadi di Hotel JW Marriott di kawasan mega kuningan dan Hotel Ritz Carlton dikawasan SBCD.
• Tawuran
Akhir – akhir ini banyak terjadi tawuran yang meresahkan warga. Baik tawuran yang melibatkan antar pelajar, tawuran antar warga, tawuran antar kelompok massa dan juga yang sering terjadi adalah tawuran antar kelompok supporter sepak bola, hal ini menjadi PR bagi pemerintah Jakarta.
• Narkoba

Jumlah pengguna narkoba di Jakarta mencapai 150ribu jiwa atau 1,5 % penduduk Jakarta. Dengan konsumsi narkoba di Jakarta mencapai 10 miliar perhari. Dua kawasan yang diduga menjadi daerah kawasan terawan adalah kampong ambun dan benhil.

• Resiko gangguan politik dan keamanan Jakarta
Sebagai pusat diplomasi internasional Jakarta mengalami gangguan politik yang cukup tinggi, seperti sering terjadi demonstrasi.
• Tingkat kekerasan terhadap wanita
Dalam enam bulan terakhir ini setidaknya ada 395 kasus kekerasan yang terjadi di Jakarta. Kasus yang terjadi pada kekerasan pada wanita yaitu kekerasan dalam rumah tangga. Angka kekerasan terhadap perempuan tertinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

• Korupsi
Jakarta belum bebas dari korupsi. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Kota Jakarta hanya 4.43. berdasarkan survey transparency Internasional Indonesia dari skala 1-10 nilai Jakarta masih dibawah standar. Kota Jakarta berada diperingkat 38 dari 50 kota yang dinilai.
Selain berbagai masalah yang telah disebutkan di atas, masih banyak masalah yang menjadi ancaman keamanan dan pertahanan Jakarta, diantaranya: pelayanan public yang belum optimal; pungutan liar; polusi udara; tingkat urbanisasi yang tinggi; kemacetan ,dll.
Dalam upaya pemerintah untuk mengatasi ancaman tersebut, dibuat strategi pengembangan keamanan Jakarta. Antara lain:
• Strategi harus komprehensif yang mencakup dimensi social politik, ekonomi dan hankam.
• Jakarta harus dibangun dalam perspektif nasional.
• Pengembangan prinsip – prinsip good government.
• Konsolidasi demokrasi penekanan pada perbaikan hubungan pemerintah dan mayarakat.
• Penguatan organisasi masyarakat sipil dalam advokasi politik dan hukum.
• Penyediaan akses yang lebih mudah dan murah pada informasi public disemua tingkat.
• Peningkatan kemampuan dan kapasitas pemerintah untuk menghadapi kompleksitas tantangan, dll.