Pendahuluan

Perbankan merupakan industri yang berusaha menghimpun dana dan menempatkan dana untuk memperoleh pendapatan bank. Bank memiliki dua jenis produk, yaitu menghimpun dana yang terlatak di sisi pasiva neraca, dan penyaluran dana, yang terletak di sisi aktiva neraca. Kedua produk yang ada pada neraca dapat disebut sebagai Interest Bearing Product yang terdiri dari Interest Bearing Assets yang menghasilkan Interest Income dan Interest Bearing Liabilities yang menimbulkan Interest Cost. Kedua sisi ini pada prinsipnya akan menimbulkan rugi/laba.

Pembahasan

Laporan laba rugi (“Bahasa Inggris” Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari Laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi Laporan keuangan yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.

Ada dua pendekatan sebagai dasar dalam dan menggolongkan, serta mengikhtisarkan transaksi transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Kedua pendekatan itu adalah:
a. Dasar Tunai (cash basis), yaitu;
Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban pada saat mengeluarkan uang tunai. Metode ini cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, karena mentode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rgi laba pada period tertentu.
b. Dasar Waktu (akrual basis)
Yaitu suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai. Metode ini sangat tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba-rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu.

Dalam laporan laba-rugi, terdapat tiga rekening (akun) yang perlu dipahami dengan jelas, yaitu:
– Pendapatan
Adalah penghasilan yang timbul dari pelaksanaan akitivitas perusahaan yang biasa (reguler) dan dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, seperti; penjualan, penghasilan jasa (fee), bunga, deviden, royalti dan sewa.
– Beban
Adalah pengorbanan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa (reguler), seperti beban pokok penjualan, beban gai, beban sewa, beban penyusutan aset tetap, beban asuransi, beban pajak, beban kerugian piutang, beban perlengkapan.
– Laba atau Rugi
Laba terjadi bila pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi, sebaliknya rugi terjadi bila pendapatan lebih kecil dari pada beban-beban yang terjadi.
Untuk perusaahaan jasa, meliputi pendapatan atau penghasilan, beban operasi, laba operasi, pendapatan lain-lain, beban lain-lain, laba bersih, pajak penghasilan, laba bersih setelah pajak.

Contoh laporan laba rugi:

- LAPORAN LABA RUGI -±

 per 31 Desember

Pendapatan dari penjualan                                        Rp.                99.980.000

Harga Pokok Penjualan                                                Rp.                25.000.000

———- (-)

Laba Kotor                                                                                                74.980.000

Biaya Operasional:

- Biaya Pemasaran                                                             Rp.                 5.000.000

- Biaya Administrasi & Umum                                      Rp.                 1.250.000

———- (+)

6.250.000

———- (-)

Laba Usaha                                                                        Rp.                68.740.000

Pendapatan Lain-lain                                                    Rp.                       125.000

———- (+)

Laba sebelum Bunga dan Pajak                                 Rp.                68.865.000

Bunga                                                                                   Rp.                       199.000

———- (+)

Laba sebelum Pajak                                                        Rp.                69.064.000

Pajak                                                                                     Rp.                   1.275.000

———- (-)

Laba Bersih                                                                        Rp.                67.789.000

==========

Prinsip-prinsip Susunan Laporan Laba Rugi

Walaupun belum ada keseragaman tentang susunan laporan laba rugi tiap-tiap perusahaan, namun prinsip-prinsip yang umumnya hendak diterapkan adalah sebagai berikut :

1)   Bagian yang pertama menunjukan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan (penjualan barang atau jasa) diikuti dengan harga pokok dari barang atau jasa yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.

2)   Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya operasional yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum atau administrasi (operating expenses).

3)   Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh diluar operasi pokok perusahaan, yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi diluar usaha pokok perusahaan (non operating atau financial income dan expenses).

4)   Bagian keempat menunjukkan laba atau rugi yang insidentil (extra ordinary gain or loss) sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

Referensi:

http://blog.re.or.id/laporan-keuangan.htm

http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=72204

http://sibungsu31.blogspot.com/2011/03/laporan-keuangan-sebuah-bank-terdapat.html